Contoh Kata Sambutan Lamaran untuk Kedua Keluarga
Kembali ke Blog

Contoh Kata Sambutan Lamaran untuk Kedua Keluarga

Temukan contoh kata sambutan lamaran siap pakai untuk pihak pria dan wanita, versi formal, Islami, santai, lengkap dengan struktur dan tips penyampaian.

Cari undangan digital pernikahan yang elegan? Lihat Pilihan Tema Undangan

Momen lamaran bisa terasa menegangkan, terutama bagi perwakilan keluarga yang harus berbicara di depan dua keluarga sekaligus. Kalau kamu belum tahu harus mulai dari mana, naskah sambutan yang tepat bisa jadi pegangan yang sangat membantu. Artikel ini menyajikan contoh kata sambutan lamaran untuk pihak pria dan pihak wanita, versi formal maupun santai, lengkap dengan panduan penyesuaiannya.

Siapa yang Menyampaikan Sambutan dalam Acara Lamaran?

Dalam praktik umum, ayah, paman, atau anggota keluarga yang dituakan dipilih sebagai perwakilan pihak pria untuk menyampaikan maksud kedatangan. Calon mempelai pria sendiri juga bisa berbicara langsung, meski sambutan lebih sering diwakilkan kepada keluarga.

Menurut Kementerian Agama, khitbah atau peminangan adalah tahap menuju pernikahan yang mendahului ijab kabul. Laki-laki dapat menyatakan keinginan menikah secara langsung atau melalui perantara yang dipercaya. Ini yang menjadi dasar praktik penunjukan juru bicara keluarga dalam acara lamaran.

Penting untuk dipahami: khitbah bukan akad nikah. Status suami-istri baru lahir setelah ijab kabul, bukan setelah lamaran diterima.

Struktur Kata Sambutan Lamaran yang Mudah Diikuti

Struktur sambutan yang efektif terdiri dari tiga bagian: pembukaan, isi, dan penutup. Bagian pembukaan memuat salam, ucapan penghormatan kepada hadirin, dan ucapan syukur. Isi berisi maksud utama kedatangan atau jawaban atas lamaran. Penutup memuat harapan, permohonan maaf atas kekurangan, dan salam penutup.

Untuk acara kecil di rumah, rangkaian bisa diringkas menjadi: pembukaan, sambutan keluarga pria, jawaban keluarga wanita, prosesi lamaran, doa, lalu ramah tamah. Kalau kamu ingin gambaran urutan yang lebih lengkap, lihat panduan susunan acara lamaran untuk memahami di mana posisi sambutan ini dalam keseluruhan rangkaian.

Contoh Kata Sambutan Lamaran Pihak Pria Versi Formal

Catatan: Bagian dalam [kurung siku] perlu disesuaikan dengan data aktual keluarga.


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang terhormat Bapak/Ibu [nama orang tua pihak wanita] beserta seluruh keluarga yang kami muliakan.

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan nikmat dan kesempatan yang diberikan kepada kita semua pada hari yang berbahagia ini.

Perkenalkan, saya [nama perwakilan], hadir mewakili keluarga [nama keluarga pria]. Kedatangan kami ke kediaman Bapak/Ibu hari ini membawa satu maksud yang insya Allah mulia, yaitu menyampaikan niat [nama calon mempelai pria] untuk melamar putri Bapak/Ibu, [nama calon mempelai wanita], untuk dijadikan pendamping hidupnya.

Kami datang dengan penuh kerendahan hati dan harapan yang tulus. Kiranya Bapak/Ibu berkenan menerima niat baik ini dan memberikan restu atas rencana pernikahan mereka berdua. Apabila ada kekurangan dalam cara kami menyampaikan, kami mohon maaf sebesar-besarnya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Contoh Kata Sambutan Lamaran Pihak Pria Versi Singkat dan Santai

Cocok untuk acara lamaran dengan konsep lebih intim. Kalau kamu sedang merencanakan ide acara lamaran romantis sederhana, naskah seperti ini terasa lebih pas daripada versi panjang yang formal.


Selamat pagi/siang/sore, Bapak/Ibu [nama keluarga wanita] dan semua yang hadir.

Kami dari keluarga [nama keluarga pria] mengucapkan terima kasih sudah menyambut kedatangan kami dengan hangat. Kedatangan kami hari ini ingin menyampaikan niat baik [nama calon mempelai pria] untuk melamar [nama calon mempelai wanita]. Kami berharap niat ini bisa diterima dengan baik oleh seluruh keluarga.

Terima kasih banyak. Kami serahkan kesempatan berikutnya kepada keluarga Bapak/Ibu.


Contoh Kata Sambutan Penerimaan Pihak Wanita Versi Formal

Jawaban pihak wanita perlu menyatakan penerimaan atas lamaran secara jelas, bukan sekadar ucapan selamat datang. Inilah yang membedakan sambutan penerimaan dari sambutan biasa.


Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

Bapak/Ibu [nama keluarga pria] beserta rombongan yang kami hormati.

Segala puji bagi Allah SWT yang telah mempertemukan kedua keluarga kita dalam suasana yang penuh kebaikan ini. Kami, keluarga [nama keluarga wanita], menyambut kehadiran Bapak/Ibu dengan rasa syukur dan kegembiraan yang tulus.

Terkait maksud kedatangan Bapak/Ibu yang mulia, yaitu melamar putri kami [nama calon mempelai wanita] untuk putra Bapak/Ibu [nama calon mempelai pria], dengan mengucap bismillah dan memohon ridha Allah, kami menyatakan menerima lamaran ini dengan sepenuh hati.

Semoga Allah SWT meridhai dan memberikan keberkahan kepada mereka berdua, serta mempererat tali silaturahmi antara kedua keluarga kita. Aamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Contoh Kata Sambutan Penerimaan Pihak Wanita Versi Hangat dan Santai


Terima kasih sudah datang, Bapak/Ibu [nama keluarga pria]. Kami senang sekali bisa menyambut keluarga yang baik seperti ini di rumah kami.

Mengenai niat [nama calon mempelai pria] untuk melamar [nama calon mempelai wanita], kami bersyukur dan dengan senang hati menerima lamaran ini. Semoga ke depannya mereka bisa saling mendukung dan keluarga kita bisa terus dekat. Doa kami selalu menyertai mereka.


Contoh Sambutan Islami untuk Perwakilan Kedua Keluarga

Dalam konteks lamaran Islami, salam dan ungkapan keagamaan bisa disesuaikan dengan tradisi serta budaya keluarga setempat. Berikut contoh tambahan yang bisa dipakai oleh perwakilan dari pihak manapun:

Pembuka: “Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil ’alamin, puji syukur kita panjatkan atas nikmat iman dan Islam yang masih menghiasi kehidupan kita.”

Penutup: “Semoga Allah SWT memudahkan setiap langkah menuju pernikahan yang sakinah, mawaddah, warahmah. Aamiin ya Rabbal ’alamin.”

Bagian Naskah yang Harus Disesuaikan Sebelum Acara

Sebelum acara berlangsung, pastikan kamu sudah mengisi bagian berikut di naskah:

Bagian yang Perlu Diisi Keterangan
[nama perwakilan] Nama juru bicara yang menyampaikan sambutan
[nama calon mempelai pria] Nama lengkap atau nama panggilan yang disepakati
[nama calon mempelai wanita] Nama lengkap atau nama panggilan yang disepakati
[nama keluarga pria/wanita] Nama keluarga atau marga
[nama orang tua] Nama ayah/ibu yang disapa dalam sambutan
Waktu salam (pagi/siang/sore/malam) Sesuaikan dengan waktu acara

Jangan lupa juga untuk memahami perbedaan tunangan dan lamaran agar istilah yang kamu pakai dalam sambutan konsisten dengan status acara yang sebenarnya.

Cara Menambahkan Pantun atau Unsur Adat dengan Tepat

Pantun digunakan sebagai pembuka dan bentuk sambutan dalam tradisi lamaran beberapa daerah, seperti masyarakat Bima. Ini bukan bagian wajib dalam semua acara lamaran, tetapi bisa memperkaya suasana bila sesuai dengan latar budaya keluarga.

Beberapa catatan praktis:

  • Pastikan pantun yang dipilih sesuai dengan konteks lamaran, bukan sekadar pantun umum.
  • Kalau menggunakan bahasa daerah seperti Sunda atau Jawa, sertakan terjemahan atau penjelasan singkat agar semua tamu memahami pesannya.
  • Kementerian Agama daerah mencatat bahwa penggunaan ragam bahasa yang mengikuti kearifan lokal membantu pesan lebih mudah dimengerti oleh hadirin.

Tips Menyampaikan Sambutan agar Lancar dan Tidak Kaku

Kamu tidak harus menghafal seluruh naskah. Metode berbicara dengan catatan poin yang sistematis sudah cukup untuk menjaga struktur tanpa harus menghafalkan kata per kata.

Kalau memilih membaca naskah sepenuhnya, tetap usahakan:

  • Jaga kontak mata sesekali dengan hadirin, jangan terus menunduk ke kertas.
  • Bicara dengan tempo normal, tidak terlalu cepat karena gugup.
  • Latihan di rumah mencakup intonasi, jeda, dan bahasa tubuh agar terasa lebih alami.

Humor boleh disisipkan kalau memang sesuai dengan karakter keluarga yang hadir. Tapi hindari candaan yang menyangkut fisik, masa lalu pasangan, kondisi ekonomi, atau isu sensitif keluarga.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Memberi Sambutan

  • Tidak menyebutkan jawaban secara eksplisit. Sambutan penerimaan pihak wanita harus secara jelas menyatakan menerima atau menunda, bukan hanya menyambut kedatangan tamu.
  • Sambutan yang terlalu panjang. Pesan utama sebaiknya disampaikan dengan bahasa sopan, sederhana, dan jelas. Bertele-tele justru membuat hadirin tidak fokus.
  • Transisi yang terputus. Naskah formal maupun santai tetap memerlukan transisi yang jelas dari sambutan pihak pria menuju jawaban pihak wanita.
  • Menggunakan naskah orang lain tanpa penyesuaian. Nama, hubungan keluarga, dan konteks acara harus disesuaikan agar sambutan terasa personal, bukan generik.

Checklist Singkat untuk Perwakilan Keluarga

Gunakan daftar ini sebagai persiapan terakhir sebelum acara:

  • Nama lengkap kedua calon dan perwakilan keluarga sudah terisi di naskah
  • Sudah latihan membaca naskah minimal satu kali
  • Waktu salam (pagi/siang/sore) sudah disesuaikan
  • Jawaban atas lamaran disampaikan secara jelas, bukan tersirat
  • Pantun atau unsur adat (jika ada) sudah dilengkapi terjemahan
  • Durasi sambutan perkiraan tidak terlalu panjang
  • Seserahan sudah disiapkan untuk diserahkan setelah sambutan dan penerimaan selesai

Untuk persiapan seserahan yang akan diserahkan setelah proses sambutan ini, kamu bisa cek dulu panduan isi seserahan lamaran agar tidak ada yang terlewat di meja acara.

Sambutan lamaran tidak perlu sempurna secara teknis. Yang penting, pesan tersampaikan dengan jelas, suasana terasa hangat, dan kedua keluarga merasa dihormati. Naskah di atas bisa kamu pakai apa adanya atau kamu sesuaikan dengan gaya bicara sendiri agar terasa lebih natural saat diucapkan.


Foto: Polina Kuzovkova di Unsplash