Isi Seserahan Lamaran: Jumlah, Makna, dan Kisaran Biaya
Kembali ke Blog

Isi Seserahan Lamaran: Jumlah, Makna, dan Kisaran Biaya

Isi seserahan lamaran nggak harus mewah: ini daftar kategori wajib, alasan jumlahnya sering ganjil, dan kisaran biaya tiap kategori biar budgetmu pas.

Cari undangan digital pernikahan yang elegan? Lihat Pilihan Tema Undangan

Banyak calon pengantin terjebak menyalin daftar barang dari internet tanpa tahu mana yang benar-benar perlu dan mana yang sekadar ikut-ikutan. Sumber satu bilang jumlahnya harus ganjil, sumber lain bilang terserah kesepakatan, dan tidak ada yang menjelaskan kenapa. Artikel ini memecah isi seserahan lamaran per kategori, lengkap dengan kisaran biaya dan penjelasan soal aturan jumlah yang sering disalahpahami.

Apa Itu Seserahan dan Bedanya dengan Hantaran serta Mahar

Seserahan adalah pemberian dari pihak calon pengantin pria kepada calon pengantin wanita sebagai simbol tanggung jawab. Sifatnya tradisi, bukan kewajiban.

Ini berbeda dari dua istilah lain yang sering tertukar:

  • Hantaran: bisa diberikan oleh kedua pihak, umumnya berupa oleh-oleh seperti kue, buah, dan sembako.
  • Mahar: pemberian wajib mempelai pria kepada mempelai wanita yang disebutkan saat ijab kabul dan menjadi syarat sah nikah. Mahar memiliki dasar hukum dari QS An-Nisa ayat 4, sedangkan seserahan tidak.

Kalau kamu ingin memahami perbedaan mahar dan mas kawin lebih jauh, ada penjelasan lengkapnya di artikel beda mahar dan mas kawin.

Isi Seserahan yang Wajib Ada: Kategori Utama

Tidak ada daftar tunggal yang seragam di semua adat. Satu sumber menyebut sembilan kategori, sumber lain menyebut delapan, dengan urutan dan isi yang sedikit berbeda. Tapi secara umum, seserahan bisa dikelompokkan ke dalam kategori berikut:

  1. Perlengkapan ibadah
  2. Pakaian, sepatu, dan tas
  3. Kosmetik, skincare, dan perlengkapan mandi
  4. Perhiasan
  5. Makanan dan buah

Prioritas utama bukan pada kelengkapan daftar, tapi pada kebermanfaatan barang untuk kebutuhan sehari-hari calon pengantin wanita. Diskusikan langsung dengan calon pasangan sebelum membeli.

Perlengkapan Ibadah: Item yang Hampir Selalu Ada Duluan

Perlengkapan ibadah hampir selalu jadi kotak pertama yang disiapkan, terutama di keluarga Muslim. Biasanya berisi mukena, sajadah, Al-Quran, dan tasbih. Dalam adat Sunda, alat sholat termasuk item standar yang hampir pasti ada.

Dari sisi anggaran, kategori ini relatif terjangkau. Untuk budget seserahan sekitar Rp2 juta, perlengkapan ibadah bisa dialokasikan sekitar Rp500.000 dan sudah bisa mendapat set yang layak.

Pakaian, Sepatu, dan Tas: Simbol Kesiapan Menjalani Hidup Baru

Pakaian dalam seserahan melambangkan kesiapan pihak pria menanggung kebutuhan lahir calon istrinya. Dalam adat Sunda, biasanya ada kain batik atau sinjang dan kebaya, ditambah dua hingga tiga set pakaian dalam. Dalam adat Jawa, kain jarik dan kebaya jadi bagian inti.

Sepatu dan tas biasanya dipilih sesuai selera atau ukuran calon pengantin wanita, jadi komunikasi awal sangat membantu agar barang tidak keliru.

Untuk busana lamaran secara keseluruhan, kisaran biayanya Rp500.000 hingga Rp2.000.000 tergantung merek dan jenis kain.

Kosmetik, Skincare, dan Perlengkapan Mandi

Kategori ini fleksibel dan sangat bergantung pada preferensi calon pengantin wanita. Isi umumnya mencakup pelembap, serum, sabun mandi, sampo, serta produk makeup dasar.

Karena produk perawatan kulit sangat personal, tanyakan dulu merek atau jenis yang biasa dipakai sebelum membeli. Untuk budget sederhana sekitar Rp2 juta, alokasi untuk skincare dan makeup sekitar Rp1.000.000 sudah bisa mencakup beberapa produk dasar dari merek lokal berkualitas.

Perhiasan, Makanan, dan Buah sebagai Pelengkap Bermakna

Perhiasan biasanya berupa cincin, gelang, atau kalung. Dalam adat Sunda, set perhiasan bisa berupa emas kuning, emas putih, atau berlian. Kisaran harganya sangat lebar, dari sekitar Rp1 juta hingga puluhan juta rupiah tergantung bahan dan model.

Makanan dalam seserahan bukan sembarang makanan. Adat Jawa secara khusus menyertakan jajanan pasar bertekstur lengket seperti wajik atau kue lapis sebagai simbol kelekatan pasangan. Pisang raja melambangkan kesuburan, sementara buah jambe melambangkan kelanggengan.

Buah dan bunga melati serta kenanga juga kerap hadir, dipilih dalam jumlah ganjil sesuai tradisi Jawa.

Kenapa Jumlah Seserahan Sering Ganjil (dan Kapan Justru Harus Genap)

Ini bagian yang sering disalahpahami. Aturan jumlah ganjil tidak berlaku universal.

Dalam adat Jawa, jumlah kotak seserahan umumnya ganjil (3, 5, 7, 9, 11, dan seterusnya) karena bilangan ganjil dipercaya melambangkan keindahan. Adat Sunda juga cenderung memilih angka ganjil seperti 7, 9, atau 11 kotak, disesuaikan kemampuan pihak pria.

Tapi dalam tradisi Tionghoa (sangjit), justru sebaliknya: jumlah baki harus genap, umumnya 6, 8, atau maksimal 12. Angka 4 secara tegas dihindari karena dianggap simbol kesialan.

Sementara di masyarakat Makassar, seserahan yang disebut erang-erang lebih menyukai jumlah genap seperti 6 atau kelipatannya seperti 12, kebalikan dari kebiasaan Jawa dan Sunda.

Kesimpulannya: tidak ada aturan baku bahwa seserahan harus ganjil atau genap. Jumlah kotak sepenuhnya kesepakatan kedua keluarga.

Variasi Adat: Jawa, Sunda, Betawi, hingga Sangjit Tionghoa

Setiap adat punya ciri khas yang membedakannya:

Adat Ciri Khas
Jawa Kain jarik, kebaya, suruh ayu, pisang raja, buah jambe, bunga kenanga dan melati, jajanan pasar lengket
Sunda Alat sholat, set perhiasan, kain batik/sinjang, kebaya, pakaian dalam 2-3 set, perlengkapan mandi dan kecantikan
Betawi Sepasang roti buaya, pisang raja, kue pengantin, sirih dengan bunga tujuh rupa, dan tembakau
Tionghoa (Sangjit) Pakaian, kosmetik, perhiasan, angpau, buah segar (12 atau 18 butir), sepasang lilin naga-phoenix, kue manis, dua botol arak/anggur, warna merah mendominasi

Untuk detail prosesi seserahan dalam konteks adat Jawa yang lebih lengkap, kamu bisa baca artikel tentang prosesi pernikahan adat Jawa.

Estimasi Biaya Seserahan per Kategori Barang

Biaya seserahan terbagi dalam tiga kisaran umum:

  • Sederhana: Rp2 juta - Rp5 juta
  • Menengah: Rp5 juta - Rp10 juta
  • Premium: Rp10 juta - Rp20 juta ke atas

Untuk gambaran yang lebih konkret, berikut rincian per kategori:

Kategori Kisaran Biaya
Perlengkapan ibadah ~Rp500.000
Skincare dan makeup ~Rp1.000.000
Pakaian Rp500.000 - Rp2.000.000
Perhiasan Rp1.000.000 - puluhan juta
Jasa makeup dan penataan rambut (lamaran) Rp300.000 - Rp1.500.000

Angka di atas untuk budget sederhana sekitar Rp2 juta bisa jadi titik awal yang realistis. Kalau kamu sedang menyusun anggaran pernikahan secara keseluruhan, ada rincian lebih lengkap di artikel estimasi biaya nikah 2026.

Hukum Seserahan dalam Islam: Tradisi, Bukan Kewajiban

Dalam Islam, hukum memberikan seserahan adalah mubah, artinya boleh tapi tidak diwajibkan. Seserahan tidak termasuk rukun atau syarat sah nikah, dan tidak memengaruhi keabsahan pernikahan.

Tradisi seserahan dibolehkan sebagai ’urf shahih selama memenuhi syarat: dapat diterima akal, sudah jadi kebiasaan umum masyarakat, sudah ada sebelumnya, dan tidak bertentangan dengan syariat. Jadi seserahan bukan sesuatu yang harus ada, tapi juga bukan yang perlu dihindari.

Tips Memilih dan Menyusun Seserahan Sesuai Budget

Beberapa cara praktis mengatur seserahan tanpa membebani keuangan:

  • Belanja saat periode diskon besar atau tanggal kembar seperti 11.11 atau 12.12 untuk mendapat harga lebih rendah.
  • Pilih baju yang sudah dimiliki atau pertimbangkan menyewa daripada membeli baru.
  • Untuk makanan tradisional, buat sendiri atau pesan dari vendor yang lebih terjangkau daripada toko oleh-oleh yang lebih mahal.
  • Diskusikan dulu dengan calon pasangan apa yang benar-benar dibutuhkan, bukan apa yang terlihat mewah di foto.
  • Penyerahan seserahan adalah salah satu tahapan dalam rangkaian acara lamaran yang lebih panjang. Baca susunan acara lamaran supaya kamu tahu konteks lengkapnya dan bisa mempersiapkan semuanya sekaligus.

Bagaimana Jika Pernikahan Batal? Soal Pengembalian Seserahan

Ini pertanyaan yang tidak banyak dibahas, tapi penting. Hukum pengembalian seserahan berbeda antar mazhab:

  • Mazhab Maliki dan Hanbali: membedakan berdasarkan pihak mana yang membatalkan lamaran.
  • Mazhab Syafi’i: membolehkan pihak pemberi meminta kembali barangnya.
  • Mazhab Hanafi: menganggap seserahan sebagai hibah bersyarat yang bisa ditarik selama barangnya masih ada.

Meski secara fikih hak untuk meminta kembali seserahan itu ada, para ulama menyarankan agar mengutamakan menjaga silaturahmi dan hubungan keluarga daripada menuntut hak tersebut.


Menyiapkan seserahan tidak harus rumit. Mulai dari daftar kebutuhan nyata calon pengantin wanita, sesuaikan dengan budget yang ada, dan pastikan komunikasi dengan kedua keluarga berjalan lancar dari awal. Aturan jumlah, isi, maupun tata cara penyerahan sepenuhnya bisa disesuaikan dengan adat keluarga masing-masing.


Foto: Artem Beliaikin di Unsplash