Ketika berbicara tentang pernikahan adat Jawa, perhatian biasanya tertuju pada riasan paes sang mempelai wanita yang memukau. Namun, busana pengantin pria Jawa pun tidak kalah memesona, terutama lewat beskap — pakaian adat Jawa yang sarat filosofi dan keanggunan.
Jika kamu berencana melangsungkan pernikahan adat Jawa, atau sekadar ingin mengenal lebih dalam warisan budaya Nusantara, artikel ini akan mengajak kamu mengenal empat jenis beskap Jawa beserta aksesori pelengkapnya yang penuh makna.
Apa Itu Beskap?
Beskap adalah pakaian adat resmi pria Jawa yang umumnya dikenakan dalam acara pernikahan, upacara adat, dan perhelatan budaya. Nama “beskap” sendiri berasal dari bahasa Belanda, beschaafd, yang berarti civilized atau berkebudayaan.
Busana ini diadaptasi dari jas Belanda yang kemudian dimodifikasi menjadi pakaian khas Jawa. Ciri utamanya adalah:
- Potongan depan yang tidak simetris
- Kancing yang menyamping (bukan di tengah)
- Kerah lurus tanpa lipatan
- Warna dominan hitam atau polos
Setiap detail beskap menyimpan filosofi Jawa yang mendalam: kancing yang menyamping melambangkan kehati-hatian dalam mengambil keputusan, sabuk (ubed) melambangkan ketekunan dan kegigihan, sementara kain jarik mengingatkan agar manusia tidak diliputi rasa iri.
Sejarah Lahirnya Beskap
Lahirnya beskap tidak terlepas dari kisah menarik di masa Kerajaan Mataram. KGPAA Mangkunegara IV suatu ketika hendak menghadap Raja di Pesanggrahan Langenharjo, namun tidak menemukan busana yang cocok untuk acara tersebut.
Beliau kemudian punya ide kreatif: memodifikasi jas Belanda (Rokkie Walandi) dengan cara memotong bagian belakangnya agar tetap bisa menyelipkan keris. Lahirlah busana baru yang memadukan sentuhan Eropa dengan tradisi Jawa. Paku Buwana IX kemudian menamai busana ini “Langenharjan” sesuai tempat lahirnya, dan menjadikannya pakaian resmi saat menghadap raja.
4 Jenis Beskap Jawa
1. Beskap Langenharjan
Langenharjan adalah jenis beskap yang paling kental pengaruh Eropanya. Ciri-cirinya:
- Potongan menyerupai jas dengan bagian depan berbentuk jaz buka
- Lipatan dari kerah hingga dada yang menutup rapat
- Kancing 1–2 buah
- Bagian belakang lebih pendek dengan krowokan (celah untuk menyelipkan keris)
- Lapisan dalam berupa kemeja lengan panjang berkerah tegak (staande kraag) dengan dasi kupu-kupu dan rompi
Pada masa lampau, Langenharjan adalah busana resmi raja dan putra dalem dalam upacara kebesaran. Perlengkapannya sangat lengkap, termasuk kain batik motif parang kusumo, stagen, sabuk cindhe, hingga perhiasan emas.
2. Beskap Sikepan
Sikepan memiliki tampilan yang unik dan berbeda:
- Jas pendek dengan bukaan di bagian tengah yang tidak bisa dikancingkan
- Lapisan dalam berupa kemeja putih berkerah tegak
- Tampilan sangat berwibawa dan formal
Di tradisi Mangkunegaran, Sikepan hadir dalam dua varian:
- Sikepan Alit — kancing di sisi kanan, untuk pejabat tingkatan lebih rendah
- Sikepan Ageng — dengan tambahan bordiran emas di kanan dan kiri, menandai jabatan lebih tinggi
Pada masa lalu, Sikepan dikenakan oleh para pejabat Mangkunegaran yang menduduki jabatan Bupati Anom dan Tumenggung.
3. Beskap Landung
Beskap Landung tampil lebih sederhana namun tetap memancarkan kewibawaan:
- Potongan lebih panjang menyerupai jas formal
- Bagian belakang tidak memiliki krowokan — tampilannya lebih lurus dan rapi
- Memiliki pethakan (kain putih selebar 4–5 cm) pada kerah dan ujung lengan
Kapan dipakai? Beskap Landung biasanya dikenakan saat prosesi midodareni — upacara adat malam sebelum hari pernikahan, ketika keluarga mempelai pria berkunjung ke rumah mempelai wanita untuk menyerahkan seserahan.
4. Beskap Jawi Jangkep
Jawi Jangkep adalah pilihan paling ikonik untuk pernikahan adat Jawa. Berasal dari Keraton Kasunanan Surakarta, busana ini adalah simbol keanggunan dan kejantanan pria Jawa.
Kelengkapan Jawi Jangkep meliputi:
- Atasan beskap
- Bawahan kain jarik
- Keris, blangkon, stagen, ikat pinggang
- Hiasan bunga melati
Jawi Jangkep hadir dalam dua varian:
- Jawi Jangkep Resmi — atasan hitam dengan sentuhan motif emas untuk acara kebesaran
- Jawi Jangkep Padinten — versi lebih sederhana untuk acara nonformal
Aksesori Pengantin Pria Jawa dan Maknanya
Beskap tidak lengkap tanpa aksesori pelengkapnya. Berikut 7 aksesori wajib pengantin pria Jawa beserta maknanya:
1. Blangkon
Penutup kepala dari kain batik yang melambangkan tanggung jawab seorang laki-laki dalam menjaga martabat dan tingkah lakunya di tengah masyarakat.
2. Keris
Pusaka tradisional Jawa yang diselipkan di pinggang belakang. Keris melambangkan kejantanan, keberanian, dan kewibawaan seorang pria Jawa.
3. Kain Batik (Jarik)
Kain batik bawahan dengan berbagai motif bermakna:
- Sido Mulyo — kehidupan rumah tangga penuh kebahagiaan dan rezeki
- Sido Mukti — harapan agar pasangan mencapai kemakmuran dunia dan akhirat
- Sido Luhur — kemuliaan dan keluhuran budi
4. Stagen / Sabuk
Kain pengikat di pinggang yang melambangkan ketekunan dan kegigihan dalam berkarya dan menjalani kehidupan.
5. Ronce Melati
Untaian bunga melati yang bisa dikenakan sebagai kalung atau hiasan keris. Melambangkan kesucian, budi luhur, dan harapan agar rumah tangga senantiasa penuh ketenteraman.
6. Sumping
Perhiasan dari lempengan logam berbentuk sayap burung yang disematkan di belakang telinga. Mengandung arti bahwa pasangan harus siap menanggung pahit manisnya kehidupan bersama.
7. Bros Emas (Opsional)
Disematkan pada area saku beskap untuk memberikan kesan gagah dan berwibawa. Tersedia dalam berbagai bentuk dan ukiran.
Tips Memilih Beskap untuk Pernikahan
- Sesuaikan dengan konsep pernikahan — Jawi Jangkep cocok untuk pernikahan adat penuh, Landung untuk tahap midodareni
- Perhatikan warna — hitam adalah warna paling sakral dan formal; sekarang tersedia pilihan warna lain namun tetap dianggap pakaian adat
- Pastikan keris sesuai — keris bukan sekadar aksesori, tapi pusaka yang bermakna; konsultasikan dengan keluarga
- Kombinasikan dengan motif batik yang tepat — pilih motif yang sesuai harapan untuk rumah tangga
Mengenakan beskap di hari pernikahan bukan sekadar soal penampilan — ini adalah cara untuk menghormati leluhur, merayakan identitas Jawa, dan memasuki babak baru kehidupan dengan penuh wibawa. ✨